Tim Peneliti Magister BK Kembangkan Model Intervensi Holistik Integratif Berbasis Five-R untuk Mencegah Bullying di Sekolah Inklusi 

Magetan, 2026 — Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan ramah bagi seluruh peserta didik terus dilakukan oleh Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling. Salah satunya melalui kegiatan penelitian bertajuk “Pengembangan Model Intervensi Holistik Integratif Berbasis Five-R dalam Mencegah Perilaku Bullying Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar Inklusi Kabupaten Magetan.”
Penelitian ini dilaksanakan pada Juli hingga Desember 2026 dengan lokasi penelitian di SDN Balegondo 1 Magetan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik Program Studi Magister BK dalam menghadirkan pendekatan yang inovatif dan aplikatif untuk mendukung terwujudnya pendidikan inklusif yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa berkebutuhan khusus.
Penelitian ini diketuai oleh Dr. Dahlia Novarianing Asri, M.Si., dengan anggota tim Dr. Asroful Kadafi, M.Pd., Beny Dwi Pratama, S.Psi., M.Psi., Gegana Candra Kusuma Priyanto Pringgodiqdo, dan Yulita Puspa Nur Anisa.
Melalui model intervensi holistik integratif berbasis Five-R, tim peneliti berupaya mengembangkan strategi pencegahan perilaku bullying yang tidak hanya berfokus pada siswa sebagai individu, tetapi juga mempertimbangkan berbagai aspek dan lingkungan yang berperan dalam tumbuh kembang serta pengalaman sosial siswa berkebutuhan khusus.
Pelaksanaan penelitian diarahkan untuk mendukung terciptanya ekosistem sekolah yang lebih responsif terhadap kebutuhan siswa berkebutuhan khusus. Pendekatan holistik integratif diharapkan dapat memperkuat sinergi antara siswa, guru, sekolah, serta lingkungan pendukung lainnya dalam mengenali, mencegah, dan merespons potensi perilaku bullying secara tepat.
Kegiatan penelitian di SDN Balegondo 1 Magetan juga menjadi ruang bagi tim peneliti untuk mengembangkan dan menguji model intervensi yang relevan dengan karakteristik sekolah dasar inklusi. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi sekolah tempat penelitian, tetapi juga dapat menjadi referensi dalam pengembangan layanan bimbingan dan konseling yang lebih adaptif terhadap kebutuhan siswa berkebutuhan khusus.
Melalui penelitian ini, Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling menunjukkan komitmennya untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang memiliki dampak nyata bagi dunia pendidikan. Pengembangan model intervensi berbasis Five-R diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan sekolah inklusi yang aman, ramah, dan bebas dari bullying, sekaligus mendukung setiap siswa untuk berkembang secara optimal sesuai dengan potensi dan kebutuhannya.