MGBK MTs Kabupaten Madiun Bekerja Sama dengan UNIPMA Gelar Workshop Layanan BK MTs yang Holistik
Madiun, 3 September 2026 — Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kabupaten Madiun bekerja sama dengan Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) menyelenggarakan workshop bertajuk “Layanan BK MTs yang Holistik: Mengintegrasikan Psikologi Remaja, Nilai Keislaman, dan Tantangan Era Digital di Madrasah Tsanawiyah.” Kegiatan ini dilaksanakan pada 3–5 September 2026 bertempat di Ruang C-101, Kampus 3 Lantai 1 Universitas PGRI Madiun, Jl. Auri No. 14–16 Madiun.
Workshop ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara MGBK MTs Kabupaten Madiun dan UNIPMA dalam meningkatkan kompetensi profesional guru Bimbingan dan Konseling, khususnya dalam memberikan layanan BK yang relevan dengan karakteristik peserta didik madrasah di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas PGRI Madiun, Dr. Rohman Sholeh, S.S., M.Pd., serta Pembina MGBK MTs Kabupaten Madiun, Kholis Masroatin Nafiah, S.Pd. Kehadiran kedua tokoh tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan kompetensi guru BK sekaligus pengembangan layanan bimbingan dan konseling di lingkungan Madrasah Tsanawiyah.
Sebagai narasumber, workshop menghadirkan Dr. Asroful Kadafi, M.Pd., yang memberikan penguatan wawasan dan kompetensi peserta mengenai penyelenggaraan layanan BK yang holistik. Materi workshop diarahkan pada upaya mengintegrasikan pemahaman mengenai psikologi perkembangan remaja, nilai-nilai keislaman, serta berbagai tantangan yang muncul pada era digital dalam praktik layanan bimbingan dan konseling di madrasah.
Konsep layanan BK yang holistik menjadi penting karena peserta didik pada jenjang MTs berada pada fase perkembangan remaja yang memiliki dinamika psikologis, sosial, akademik, dan spiritual yang kompleks. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi peserta didik, sehingga guru BK dituntut mampu mengembangkan pendekatan layanan yang adaptif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka.
Melalui kegiatan ini, guru BK diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai karakteristik remaja, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam layanan BK serta merespons berbagai persoalan peserta didik yang berkaitan dengan penggunaan teknologi dan media digital.
Kolaborasi antara MGBK MTs Kabupaten Madiun dan Universitas PGRI Madiun, khususnya melalui lingkungan akademik Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling, diharapkan dapat terus berkembang dalam bentuk kegiatan peningkatan kompetensi, pengembangan keilmuan, serta penguatan praktik profesional guru BK. Sinergi tersebut menjadi langkah strategis dalam mewujudkan layanan Bimbingan dan Konseling yang semakin berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik di era digital.
Pelaksanaan workshop selama tiga hari, 3–5 September 2026, diharapkan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi para peserta sekaligus menghasilkan penguatan kapasitas guru BK dalam merancang dan melaksanakan layanan yang lebih komprehensif, humanis, religius, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
